saรง protezi rolex replika saat BAGAI DUA PINANG PUTIH DAN HITAM – AriSaptono

BAGAI DUA PINANG PUTIH DAN HITAM

Hari Jumat lalu kita baru saja dapat suguhan aksi yang melibatkan jutaan umat. Aksi tersebut berlabel Aksi Super Damai 212. Kemudian dihari minggunya (412), ada juga suguhan aksi serupa berlebel Kita Indonesia.

Benarkah kedua aksi itu serupa..??

Menurut pengamatanku, ada dua hal mendasar yang membedakan kedua aksi tersebut.

Pertama, Dukungan Pemerintah.

Seperti kita ketahui betapa Aksi 212 penuh dengan hambatan. Sikap pemerintah melalui Kapolri, awalnya sangat menentang keras Aksi 212. Dari mulai larangan digelarnya aksi, dicap rawan digunakan makar hingga dihalang-halanginya para jamaah dari luar kota untuk gabung di Aksi 212 di Monas, Jakarta.

Akhirnya karena kepiawaian diplomasi para Ulama, Habaib dan Ustad, pihak pemerintah melalui Kapolri menyetujui memindahkan Aksi 212 agar digelar di Monas. Dengan acara berdoa dan berdzikir bersama serta di akhiri sholat Jumat. Dan para Ulamapun langsung menyetujui pemindahan lokasi tersebut.

Sementara itu tanpa hambatan sama sekali, Aksi 412 mulus dilaksanakan. Semuanya bebas mengkoordinir para peserta Aksi 412. Dari mulai partai politik hingga pengusaha kakap. Dan berseliweran kabar di medsos bahwa ada institusi plat merah turut pula memobilisasi peserta. Tak heran meski aksi 412 melanggar regulasi larangan car free day jalan protokol DKI Jakarta, tidak ada aparat kepolisian yang melarangnya.

Kedua, Faktor Penggerak.

Belum ada atau mungkin tidak ada aksi-aksi yang dapat menandingi Aksi Super Damai 212. Baik dari evennya, sikap para pesertanya, hingga jumlah pesertanya. Kabarnya jumlah peserta Sholat Jumat saat aksi 212 mencapai 7,4 juta orang. Bandingkan dengan jamaah Haji seluruh dunia tahun 2016, menurut Badan Statistik Saudi Arabia, total seluruh jamaah haji dunia tahun 2016 adalah 1,8 juta jiwa.

Adalah faktor Iman yang menggerakkan jutaan peserta Aksi Super Damai 212. Bayangkan ada barisan ribuan umat dari Ciamis yang ikhlas jalan kaki hingga ratusan kilo agar bisa ke Jakarta. Manakala seluruh perusahaan jasa transportasi dihambat aparat, saat ingin membawa mereka.

Ada yang ikhlas mencarter pesawat agar bisa mengangkut peserta yang ingin berangkat. Ada juga yang ikhlas menyiapkan konsumsi serta akomodasi untuk para peserta Aksi 212.

Termasuk Aa Gym yang menginstruksikan ribuan santrinya untuk ikhlas bertugas membersihkan sampah dengan memungutinya dijalanan. Ada pula yang rela menjadi pengawas taman dan rumput agar tidak terinjak-injak oleh peserta Aksi 212.

Dan masih banyak lagi ketulusan dan keikhlasan, bersatu-padu, bergotong-royong yang mengharu birukan Aksi 212 sehingga menimbulkan sensasi spiritual yang susah diceritakan dan dilupakan.

Jutaan peserta Aksi 212 bisa seperti itu karena digerakkan oleh Iman. Jutaan peserta menggunakan Akal Iman untuk dapat memahami esensi Aksi 212 adalah demi keutuhan NKRI, bukan cuma sekedar menuntut oknum penista agama ditahan. Tentu saja hal seperti itu teramat sulit untuk dipahami oleh akal sehat.

Sementara Aksi 412 digerakkan oleh faktor instruksi dari atasan terhadap bawahan. Keterlibatan para peserta Aksi 412 bukan spontanitas dari hati peserta, tetapi karena dimobilisasi oleh partai dan pengusaha.

Jika dipanggung orasi Aksi 212 ada Presiden dan Wapres, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri serta para Ulama. Maka dipanggung orasi Aksi 412 sebagian besar hanya terdiri dari petinggi-petinggi partai politik serta ketua umumnya

Maka tak heran saat parade aksi 412, atribut partai sangat mendominasi. Ketika ada keterlibatan partai politik di Aksi 412, tentu saja masyarakat menjadi lebih jelas, apa saja yang akan mereka suarakan.

Bahwa cinta kebhinnekaan dalam rangka keutuhan NKRI, barangkali hanya janji-janji politik saja. Bahwa Kita Indonesia, bisa jadi hanya slogan politik saja.

Meskipun acaranya ramai, namun aksi 412 hanya sebuah pertunjukkan karnaval politik yang dibungkus kebhinekaan. Tak memiliki greget sebuah aksi kebangsaan dan tidak menggugah emosi peserta. Auranya biasa saja, apalagi bisa menimbulkan sensasi spiritual para pesertanya. Enggak banget deh.

Dan jika kabar yang beredar benar bahwa peserta Aksi 412 dibayar antara 50 ribu hingga 150 ribu per orang. Barangkali untuk niat itulah para peserta tergerak hatinya untuk berdatangan.

Nah, kalo peribahasa serupa adalah bagai pinang dibelah dua. Maka, Aksi 212 dan Aksi 412 adalah bagai dua pinang putih dan hitam.

Aksi mana yang putih dan mana yang hitam, silahkan dijawab sendiri. ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

“Ketika campur tangan Allah berperan menggerakkan hati-hati yang tawakal, sedahsyat apapun kekuatan gelombang. Tak kan mampu menghentikannya. Apalagi sekedar kekuatan manusia.” (Basri)

Please follow and like us:
0