saรง protezi rolex replika saat AKHIRNYA DOKTERPUN DEMO – AriSaptono

AKHIRNYA DOKTERPUN DEMO

img_20161025_012437
Gemuruh teriakkan yel-yel yang berasal dari pendukung masing-masing Cagub DKI Jakarta terdengar keras penuh semangat dan membahana diseluruh ruangan Balai Sudirman.

Para penggembira beradu kecang dalam meneriakkan yel-yel untuk menyemangati Cagub masing-masing, setelah KPU DKI Jakarta menetetapkan keabsahan tiga pasang calon gubernur dan wakilnya yang akan berkompetisi dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sementara itu, disaat yang hampir bersamaan dijalanan protokol dikota-kota berbagai wilayah tanah air, juga terdengar teriakkan yel-yel yang berasal dari ribuan massa. Mereka tak kalah keras dan semangat, mungkin lebih keras dan kebih membahana bila dibandingkan dengan yel-yel pemdukung Cagub DKI Jakarta yang berada didalam Balai Sudirman.

Barangkali hanya terjadi dijaman Presiden Jokowi, ribuan massa berprofesi dokter yang masih aktif melakukan aksi demonstrasi turun ke jalanan secara serentak dikota-kota berbagai wilayah Tanah Air.

Para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut sangatlah resah atas carut marutnya penanganan kesehatan oleh pemerintah sekarang ini. Untuk itu PB IDI pada tanggal 24 Oktober menginstruksikan agar seluruh anggotanya bergerak turun ke jalan melakukan aksi damai menuntut pemerintah Jokowi-JK.

Dan mungkin juga hanya ada di era rezim ini, sebagaimana halnya partai yang sampai dibuat membelah diri atau dualisme karena soal dukung mendukung. Dokterpun ternyata juga demikian, sampai terjadi dualisme. Dokter yang tergabung dalam PB IDI secara bulat mendukung melakukan aksi demo menuntut pemerintah, dan yang telah mapan dalam naungan Kemenkes atau pemerintahan tidak mendukung aksi tersebut, bahkan mendukung kebijakan pemerintah yang kini dituntut oleh para dokter IDI.

Mengapa para dokter sampe melakukan aksi demonstrasi sedemikian rupa…??

Menurut kawanku yang berprofesi dokter, aksi damai PB IDI siang kemaren adalah lanjutan aksi serupa pada bulan Februari lalu. Karena tidak ada tindak lanjut dari aksi demo sebelumnya, maka kemaren mereka kembali melakukan aksi demo. Ada dua hal pokok yang mereka tuntut, yaitu;

Pertama, pemerintah harus melakukan reformasi sistem kesehatan terutama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan meningkatkan secara seksama sarana dan prasarana kesehatan serta kualitas obat-obatan.

Selama ini sistem JKN masih sangat carut marut, namun bila timbul masalah kesehatan atas akibat dari carut marutnya penanganan kesehatan oleh pemerintah. Kerap kali dokter dan atau Rumah Sakit yang dijadikan kambing hitam atas carut marut tersebut.

Kedua, pemerintah harus merivisi UU nomor 20 tahun 2013 agar pendidikan kedokteran itu berpihak rakyat. UU itu mewajibkan dokter umum supaya ikut program Dokter Layanan Primer (DLP) selama 2 tahun, sebagai lanjutan dari program profesi dokter.

Tentu saja dengan berlakunya program DLP tersebut, maka untuk menjadi seorang dokter pendidikannya akan semakin lama dan berbiaya mahal. Jika biaya pendidikan dokter mahal, imbasnya tentu saja biaya kesehatan semakin tinggi. Alhasil Rakyat lagi yang akan semakin sengsara.

Yang lebih menyedihkan lagi, orang yang pintar dan bercita-cita ingin menjadi dokter namun tidak mampu secara finansial, bisa jadi ia harus mengubur keinginannya.

Hal lain yang menyedihkan, sekilas aku baca UU tersebut; salah satu pasalnya menyebutkan kira-kira begini; Program DLP sebagai kelanjutan dari program profesi dokter dan program internsip, adalah setara dengan program dokter spesialis.

Kata setara dengan dokter spesialis bisa rancu dan menimbulkan gesekkan profesi dokter. Sebab program DLP yang waktu pendidikannya 2 tahun setara dengan dokter spesialis yang perlu waktu pendidikan sampai dengan 5 tahun.

Persiden Jokowi sebaiknya cepat segera merespon jeritan hati dokter Indonesia yang diwakili oleh PB IDI ini. Paling tidak Jokowi mesti ‘hearing’ terlebih dahulu dengan PB IDI. Agar permasalahan tak terlalu berlarut-larut sehingga menyebabkan para dokter sampe melakukan aksi mogok kerja.

Kalo para dokter mogok, yang sengsara siapa? Ya pasti rakyat lagi….

“Bos…Kata pak Jokowi…kalo semua dokter mau mogok kerja…ya silahkan saja…ntar bisa diganti dengan dokter tentara…”, celetuk si Basri dengan mimik khasnya.

“Kalo diganti dokter tentara…banyak dokter nganggur donk, Bas…?” Tanyaku penasaran.

“Mungkin pak Jokowi masih belum bisa move on…kabarnya waktu Pilpres 2014 lalu…90% dokter di Indonesia memilih Prabowo…”, jawab Basri sok tahu.

Woalaahh…Basri…Basri…lu kalee yang belum move on….๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Please follow and like us:
0

26 Comments

  1. Pingback: obat kondiloma akuminata

  2. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Bone

  3. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Kerinci

  4. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Pidie

  5. Pingback: beli obat kutil kelamin diSulawesi Selatan ampuh

  6. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Belitung

  7. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Minahasa Tenggara

  8. Pingback: dokter kutil kelamin jakarta

  9. Pingback: Obat Kutil Tetes

  10. Pingback: Apa Penyebab Penyakit Kondiloma

  11. Pingback: bintik hitam di wajah seperti kutil

  12. Pingback: Sirih Obat Kutil Kelamin

  13. Pingback: Obat Herbal Sakit Sembelit

  14. Pingback: obat kutil kelamin yang dijual di apotik

  15. Pingback: Obat Herpes Genital Di Bandung

  16. Pingback: Obat Kutil Kelamin Apotek

  17. Pingback: Obat Kutil Genitalis

  18. Pingback: ramuan tradisional untuk wasir

  19. Pingback: Obat Gatal Jamur Pada Kulit

  20. Pingback: obat ambeien tradisional

  21. Pingback: obat kutil kelamin yang aman untuk ibu hamil

  22. Pingback: Obat kutil kelamin

  23. Pingback: Obat Kutil Kelamin Di Semarang

  24. Pingback: bahis siteleri

  25. Pingback: bahis siteleri

  26. Pingback: jual obat wasir di bandung

Comments are closed.