saรง protezi rolex replika saat Sayangnya Kami Beda Keyakinan – AriSaptono

Sayangnya Kami Beda Keyakinan

img_20160909_142029

Dijalanan seputar bintaro, ada penjual kerupuk tuna netra yang selalu ngider menjajakan dagangan diantara padatnya kendaraan saat jam masuk kantor. Setiap pagi aku selalu melihatnya saat aku sedang nganter sekolah anak-anak. Ia selalu berjalan di trotoar dengan bantuan tongkat menjajakan kerupuk, sesekali Ia berhenti melayani pembeli dan sekaligus juga memberi jalan kepada pemotor yang menyerobot trotoar tempatnya berjualan.

Banyak pengguna jalan yang cuek-cuek saja terhadap penjual kerupuk tuna netra sejak lahir tersebut. Tetapi banyak juga orang yang memiliki perhatian padanya. Aku sendiri selalu sulit berkesempatan membeli kerupuknya. Karena aku harus mengejar tepat waktu sampai di sekolah anakku. Dan ketika aku lewat sepulang nganter anakku, ia sudah tidak terlihat lagi. Tentu saja tertunda lagi keinginanku membeli krupuknya.

โ€œSebelum jual kerupuk, saya dulu tukang pijat…”, begitu kata penjual kerupuk pada saat aku berhasil mampir dan membeli krupuknya. “Saya mulai jualan diseputar Bintaro sini tahun 2014…sebelumnya jualan didaerah Pamulang…” lanjutnya.

“Satu plastiknya 15.000 mas…”, jawabnya saat aku bertanya harganya. “Saya beli 6 plastik yaa pak…”, kataku. “Ada uang pas saja…saya ngga ada kembalian 10.000…”, katanya saat aku membayar dengan uang 100 ribu. “Ngga apa-apa pak…ambil saja kembaliannya…” kataku. “Eeiit…jangan mas…ini saya kasih satu lagi aja yang bungkus kecil…”. Sahutnya sambil terus memaksa. Dia kekeuh ngga mau terima uang kembalian 10.000 secara cuma-cuma, akhirnya akupun mengalah. Aku suprise, hebat juga bapak ini, meskipun terlihat lemah tapi justru memiliki prinsip yang kuat.

“Saya boleh tuna netra, tapi tidak boleh tuna hati…apalagi tuna otak…”, lanjutnya sambil tersenyum penuh arti. “Itu mas… artis Reza Artamevia yang suaranya seksi itu…dia bisa lihat, tapi sayang tuna hati dan tuna otak…akhirnya ketangkap pake narkoba…”. Lanjutnya. Aku surprise lagi, update juga nih si bapak hehehe…

“Dulu saya dan Reza hampir jadian mas…” katanya bersamangat. Wah lha ini, sekali lagi aku surprise, mantab juga nih bapak. “Tapi sayangnya kami beda keyakinan mas…”, lanjutnya lagi. “Beda agama yaa pak…”, tanyaku. “Bukan mas…saya yakin banget mau sama dia…dan Reza yakin banget ngga mau sama saya..hahahaha…”, jawab si bapak sambil tertawa lepas. Aku surprise untuk keempat kalinya. Luar biasa sekali bapak ini, kekurangannya tak berarti merengut rasa humornya.

“Mas…foto saya tolong di upload di facebook yaa…biar saya beken kayak Mukidi…”, pintanya antusias. Waalaahhh, Mukidi lagi…Mukidi lagi…. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Please follow and like us:
0

28 Comments

  1. Pingback: obat daging tumbuh di dubur

  2. Pingback: Ambeclear Tasikmalaya

  3. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Bangka Barat

  4. Pingback: obat kutil lidah

  5. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Pati

  6. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Cilacap

  7. Pingback: obat kutil lembu

  8. Pingback: Obat Alami Untuk Kondiloma

  9. Pingback: Terapi Kondiloma Akuminata Pada Kehamilan

  10. Pingback: gejala penyakit kutil

  11. Pingback: ada kutil di kemaluan

  12. Pingback: Obat Kutil Plantar

  13. Pingback: Mengobati Wasir Stadium 2

  14. Pingback: Kondiloma Saat Hamil

  15. Pingback: obat kutil kelamin callusol

  16. Pingback: Obat Herpes Genital Di Bandung

  17. Pingback: Apa Itu Hpv 16

  18. Pingback: menyembuhkan wasir tanpa operasi

  19. Pingback: Sirih Merah Pipeca (HOT)

  20. Pingback: obat sipilis herbal

  21. Pingback: salep untuk selangkangan lecet dan gatal

  22. Pingback: Obat Kutil Kelamin di Bogor

  23. Pingback: kencing setelah berhubungan intim apakah bisa mencegah kehamilan

  24. Pingback: kutil kelamin dan hiv

  25. Pingback: obat wasir bersatu

  26. Pingback: Obat kutil kelamin

  27. Pingback: Sabun Penyebab Penularan Kutil Kelamin

  28. Pingback: jual obat wasir di bandung

Comments are closed.