saç protezi rolex replika saat Angka 17 Itu Turun Dari Langit… – AriSaptono

Angka 17 Itu Turun Dari Langit…

Puasa Hari ini adalah puasa hari yang ke-17. Lebih dari setengah Ramadhan kita telah menjalani ibadah puasa. Tidak di sangka beberapa hari lagi, Bulan Suci Ramadhan akan meninggalkan kita. Lalu akan kembali lagi tahun depan. Semoga kita mudahkan menyelesaikan sisa puasa Ramadhan ini dan Insya Allah kita masih dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramadhan di tahun depan.

Nah, bicara 17 Ramadhan ada peristiwa sejarah yang menarik yang berkaitan drngan tanggal tersbut. Yaitu; latar belakang kenapa tanggal 17 Agustus diputuskan dibacanya Teks Proklamasi.

Disuatu pagi buta tanggal 16 Agustus 1945 saat bulan Ramadhan, pintu rumah Bung Karno diketuk oleh beberapa pemuda. Mereka akan membawa pergi sang Proklamator ke Rengasdengklok sebuah tempat yang letaknya terpencil sekitar 15 km dari Kedunggede Karawang. Para pemuda tersebut akan meminta Bung Karno dan Bung Hatta, memproklamasikan kemerdekaan hari itu juga. Jika perlu dengan memaksanya.

Siangnya terjadi perdebatan alot antara para pemuda dan sang Proklamator. Para pemuda terus menekan Bung Karno dan Bung Hatta untuk mengumumkan kemersekaan hari itu juga.

”Sekarang revolusi berada di tangan kami dan kami memerintahkan Bung, kalau Bung tidak memulai revolusi malam ini, lalu.…”. kata salah seorang pemuda. Namun sebelum selesai kata-katanya, Bung Karno memotongnya, ” Lalu apa ?” teriak Bung Karno sambil beranjak dari kursinya, beliau marah sekali.

Setelah tenang dengan suara rendah Bung Karno mulai berbicara; ” Saya sudah merencanakan pekerjaan ini dijalankan tanggal 17…“. Kata Bung Karno. “Kenapa tanggal 17, kenapa tidak sekarang saja, tanggal 16 ?” tanya seorang pemuda.
“Saya tidak dapat menjelaskan dengan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik…”. Bung Karno berhenti sejenak mengambil nafas.

“Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat yang suci. Orang-orang Islam sembahyang 17 rakaat, serta tanggal 17 diturunkannya kitab suci Al-Qur’an. Oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia. Angka 17, itu turun dari langit… “. Lanjut Bung Karno.

Semuanya saling pandang, tak seorang pemudapun yang berani berbicara atau membantah keputusan Bung Karno.

Semoga 17 Ramadhan kali ini dapat menginspirasi seluruh pemimpin dan anak bangsa untuk lebih berkreasi positif demi peradaban negeri tercinta kita ini menjadi lebih baik lagi. Sebagaimana 17 Ramadhan telah nginspirasi Bung Karno untuk memulai peradaban Indonesia.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’ad, ayat 11)

#HappyRamadhan #SelfReminding #SelfInspiring #SelfMotivation

Please follow and like us:
0