saç protezi rolex replika saat Jangan Suka Membantah, Apalagi Marah-Marah – AriSaptono

Jangan Suka Membantah, Apalagi Marah-Marah

“Cerita Bosam masih ada kan paah…” tanya bungsuku Raihanah. “Masih donk…kamu mau dicritain lagi…?” jawabku sekaligus bertanya. “iyaa, tapi aku lupa critanya…” jawabnya. “Dont worry lah sholehahku… papah masih ingat kok…” kataku.

Mata Bosam pelan-pelan terbuka, sekujur tubuhnya terasa amat berat. Hampir dia tak bisa menggerakan anggota tubuhnya. Setelah sadar seutuhnya, Bosam teramat kaget melihat diatas tubuhnya tergolek tubuh Putri yang penuh darah. Apa yang terjadi? Kenapa tubuh Putri menindihnya dengan bersimbah darah seperti ini? kata Bosam dalam hati.

“Boosaam…”, rasa bingung Bosam belum hilang, ketika dia dengar suara seorang wanita menyebut namanya. Bosam sangat mengenal suara itu. Suara yang sudah lebih dari lima tahun tak ia dengar. Baginya mendengar suara itu seperti ada di dalam pelukan, seketika Bosam merasa begitu hangat dan nyaman. Suara itulah yang selalu memberi kehangatan sekaligus kesejukan saat ia gelisah. Tiba-tiba Bosam Ingin sekali bersimpuh lugu dipangkuan wanita itu seperti dulu. “Ibuu..i..ibu..engkau kah itu ibu…?” tanyanya sambil berusaha melihat asal suara, namun sulit baginya untuk segera tahu. Tubuh Bosam masih terlalu kaku dan disana-sini berasa sakit. Disamping itu tubuh Putri yang menindih tubuhnya membuat gerakannya terbatas.

“Bosam, kamu sudah siuman…ibu sangat khawatir…”, kata ibunya. “Ibu, aku kangen..ibu jangan…uhuuk…uhuuk..”. Suara Bosan tersekat karena batuk. Darah segar keluar dari mulutnya. “Bosaamm…”, jerit kecil ibunya. Warga mulai mengerumuni tubuh Bosam dan Putri. Mereka mengangkat tubuh Putri dan direbahkan disamping Bosam. Beberapa warga kampung yang berada dihutan awalnya ingin menangkap Bosam hidup atau mati. Sebab mereka termakan oleh provokasi serta hasutan pak kepala kampung bahwa Putri diculik Bosam. Untuk alasan itulah mereka ikut memburu Bosam, ingin membebaskan Putri di dalam hutan. Namun mereka jadi ikut larut terharu. Mereka manjadi sangat iba kepada Bosam.

“I..ibu…ibu disini saja…sekujur tubuhku kaku..sakit…”, Bosam melanjutkan kata-katanya yang sempat terputus, tapi lagi-lagi dari mulutnya keluar darah. “Bosam…jangan banyak bicara dulu…”, kata si ibu dengan suara tersekat. Ia sangat sedih melihat penderitaan Bosam, hatinya merasa pilu menyaksikan anak semata wayangnya, yang semenjak dari kecil terus menerus didera sengsara.

Seburuk apapun keadaan fisik dan wajah Bosam, tetap saja dia adalah anak yang lahir dari rahimnya. Kini Bosam lemah tergeletak bersimbah darah, mungkin lagi sekarat. Hati seorang ibu mana yang tak teriris-iris hatinya melihat buah hatinya dalam kondisi seperti itu. Ibu Bosam yang biasa dipanggil Laksmi ini sedih luar biasa, rasanya ingin menangis tapi ia berusaha menahannya.

“I..ibu disini aja…” kata Bosam dengan suara masih terbata-bata. “Iyaa Bosam..Ibu akan tetap disampingmu nak…” jawab sang ibu. “I…ibu maafkan aku ibu..” lanjut Bosam. Sikap inilah yang selalu membuat hati sang ibu selalu kagum pada Bosam. Tubuhnya boleh tak normal selayaknya manusia, wajahnya boleh seram seperti raksasa. Tetapi sikap dan perilaku Bosam teramat santun, hatinya mulia, ia selalu berbuat baik terhadap sesama. Terhadap ibunya ia sangat hormat dan penurut, tak pernah sekalipun Bosam berkata “aah” atau bahkan membantah ibunya.

“Bosam suka marah-marah sama ibunya ngga pah…?” tanya Raihanah menyela ceritaku. “Nggalah…Bosam baik banget..meskipun wajahnya seram..” jawabku. “Nah, Raihanah sholehah biar disayang Allah, jangan suka membantah mamam yaa, apalagi marah-marah…nanti mamam sedih lho..” kataku. “Iyaa pah..InsyaAllah..” jawab Raihanah sambil matanya berkaca-kaca menatap bingkai foto keluarga yang tergantung di dinding.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman, Ayat 14).

#HappyWeekEnd #HappyRamadhan #SelfReminding #SelfInspiring #SelfMotivator

Please follow and like us:
0