saç protezi rolex replika saat Buang Airnya, Buanglah Pula Botolnya – AriSaptono

Buang Airnya, Buanglah Pula Botolnya

Ketika saya sedang menunggu untuk ikut sebuah kajian di Masjid Jami’ Bintaro, saya sempat ngobrol dengan Pak Edi, pengurus Masjid dan sekaligus pebisnis obat dan vitamin herbal yang salah satu lapaknya berada diteras Masjid tersebut. Ternyata pak Edi tetangga satu RW dengan saya, ia tinggal persis dibelakang rumah saya. Karena jam kajian mundur, tentu saja kami semakin asyik ngobrol macam-macam. Sampailah obrolan kami tentang orang-orang sekarang yang berpotensi terkena Stress berkepanjangan.

Seketika pak Edi mengangkat sebotol air, lalu dengan tersenyum bertanya pada saya, “Seberapa berat sebotol air ini…?”. Saya jawab berkisar antara 0,5 sampai 1 kilo gram. Rupanya pak Edi sudah menduga bahwa jawaban saya pasti menitik beratkan pada berat mutlak bendanya atau beratnya sebotol air tersebut.

Diapun akhirnya menjelaskan, “Berat mutlaknya sih tidak masalah…ini tergantung pada berapa lama saya mengangkatnya…”, kata pak Edi dengan kalem. “Jika saya angkat selama satu menit, itu tidak masalah. ..Jika saya angkat selama satu jam, saya akan memiliki rasa sakit di lengan saya…” lanjutnya.

“Jika saya mengangkatnya selama satu hari, lengan saya akan mati rasa dan lumpuh. Dalam setiap kasus, berat sebotol air tidak akan berubah, tapi jika semakin lama saya mengangkatnya, maka akan menjadi lebih berat…”, katanya bersemangat.

“Stres dalam hidup adalah seperti sebotol air ini. Sementara mengangkatnya adalah seperti memikirkannya. Ketika kita memikirkan stress hanya sementara waktu, tak jadi masalah. Ketika memikirkan lebih lama sedikit, mulailah rasa sakit timbul. Dan jika kita mermikirkannya sepanjang hari, maka tiba-tiba kita akan merasa lumpuh dan tidak mampu melakukan apa-apa…”. Begitu kata pak Edi.

Wah, bener juga tuh pak Edi, persoalan pasti akan muncul selama kita masih bernafas di muka bumi. Namun tidak perlu sampai terlalu larut memikirkannya, bisa membuat kita stres berlebihan. Lalu hanya akan menjadikan kita pesimistis dan frustasi, bahkan berpotensi untuk mengakhiri hidup diri sendiri.

“Hal yang perlu diingat dan dilakukan..”, lanjut pak Edi. “Jika mengalami stress…ibarat mengangkat sebotol air…Maka, buang sedikit-sedikit airnya, jangan lupa buanglah pula botolnya…” Kata pak Edi tersenyum lalu menutup obrolan. Bersamaan dengan itu, panitia telah meminta para jamaah masuk masjid bahwa kajian segera dimulai.

“Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. …….Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami…”. (QS. Al Baqarah, ayat 286)

#SelfInspiring #SelfMotivation

Please follow and like us:
0