saç protezi rolex replika saat Cinta Pahit Sang Mujahidin – AriSaptono

Cinta Pahit Sang Mujahidin

(Takkan Rugi Berbesar Hati)

Salman sangat optimis saat ia akan melamar gadis sholehah pujaan hatinya. Salman sangat yakin bahwa ia layak dan pantas menikahi gadis sholehah yang telah lama ia idam-idamkan. Salmanpun sangat yakin akan menjadi tambatan cinta sang Bidadari yang selalu menghiasi mimpi-mimpinya.

Diluar dugaan, Salman ternyata menghadapi kenyataan pahit. Saat itu juga sang gadis pujaan hati menolak mentah-mentah lamarannya. Dan yang lebih mengejutkan, gadis itu justru lebih memilih sohib karib Salman sebagai pendamping hidupnya. Gadis pujaan hatinya justru menambatkan cintanya pada sohib karibnya yang notabene ia datangkan untuk menjadi juru bicaranya saat melamar pujan hatinya tersebut. Bayangkan, betapa kacau balaunya suasana hati Salman saat itu. Segalanya telah ia persiapkan untuk keperluan melamar gadis pujaannya. Dan iapun telah memberitahu seluruh sanak kerabat petihal tersebut. Dan kini ia dipermalukan, hargi dirinya seperti diinjak-injak.

Salman Al-Farisi, seorang pemuda dari Persia adalah salah satu sahabat yang memiliki kedudukan utama disisi Rasulullah. Ia seorang pemuda yang cerdas dan sholeh hingga Rasulullah menyebut Salman sebagai ahlul bait-nya. Salman juga termasuk sahabat yang di andalkan oleh Rasulullah dalam menyusun strategi pertempuran serta penyelesaian masalah-masalah sosial.

Rupanya sang Mujahidin memiliki kisah cinta yang pahit. Sang Mujahidin yang gagah berani, tampan, cerdas, kaya, sholeh, pemuda andalan dan memiliki kedudukkan utama disisi Rasulullah tak menjadi jaminan memiliki takdir cinta manis. Logikanya seluruh wanita pasti ingin diperistri olehnya. Namun ternyata fakta takdir jodoh berbicara lain. Cinta Salman hanya bertepuk sebelah tangan. Gadis sholehah pujaan hati menolak Cintanya. Ironisnya gadis pujaan hati justru menaruh hati kepada sahabat karibnya yang selama ini selalu ia jadikan sebagai teman curhat.

“Subhanallah… Alhamdulillah… Allahu Akbar… dengan kuasaNYA telah terpilih sohib karibku menjadi tambatan cinta putrimu…sohibku memang lebih pantas menikahinya”. Suaranya tegas tanpa kesan kecewa. “Semua mahar dan nafkah yg telah aku siapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’ sohib karibku dunia akhirat. Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah kalian…”.

Subhanallah, betapa kebesaran hati Salman Al-Farisi sangat luar biasa. Siapapun orangnya apalagi bila dia seorang pejabat tinggi, apabila menghadapi kenyataan pahit seperti itu perasaan hatinya akan sangat malu, kecewa dan sakit hati. Sangat merasa dilecehkan, merasa harga dirinya dinjak-injak, merasa dikhianati hingga berujung marah dan dendam.

Namun, tidaklah demikian dengan Salman Al-Farisi. Ia tetap tenang dan sabar menyimak alunan kalimat penolakan terhadap dirinya dan bahkan si gadis lebih tertarik kepada sohib karibnya sebagaimana yang dituturkan oleh wali si gadis. Dengan tersenyum penuh ikhlas, Salman al-Farisi berbesar hati menerima kisah cinta pahitnya tersebut.

Nah, apakah yang terjadi pada diri kita jika kita ada pada situasi seperti Salman Al-Farisi? Mampukah kita mengendalikan diri dan berbesar hati?

Faktanya saat ini kita justru semakin mudah diprovokasi tanpa mau klarifikasi. Langsung menelan mentah-mentah terhadap berita-berita yang kita terima. Teramat mudah saat ini kita melontarkan cibiran, mengumpat, mengolok-olok dan bahkan mencacimaki individu atau kelompok yang tak sependapat dengan kita. Lalu, bagaimana kita bisa berbesar hati?

Kebesaran hati Salman Al-Farisi bukan semata karena ia sahabat Rosulullah lantas harus memiliki sikap demikian. Akan tetapi karena pengorbanan cintanya yang hanya ia tujukan pada Sang Maha Cinta Allah SWT sehingga Rahmat dan Kasih Sayang NYA selalu menyelimuti hatinya untuk tidak bimbang bersikap dan selalu menerima setiap ketentuanNYA dengan penuh rasa syukur dan ikhlas.

So, tak rugilah jika kita berbesar hati. Supaya hati tidak sesak terpenuhi puing-puing penyesalan, kekecewaan dan dendam bahkan sakit jiwa.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berbesar hati dan selalu mencitai-NYA serta termasuk orang yang Dicintai-NYA. Aamiiiin…

#SelfReminding #SelfMotivation

Please follow and like us:
0

2 Comments

  1. Pingback: bahis siteleri

  2. Pingback: bahis siteleri

Comments are closed.