saç protezi rolex replika saat Dilema Cinta Sang Permaisuri – AriSaptono

Dilema Cinta Sang Permaisuri

“Ayahku, bagaimana aku sudi menikah dengannya…Dia Raja yang keji dan ingkar kepada Allah..?” Berkata Asiyah sambil menatap tajam Imran sang Ayah. Sebuah mata yang memancarkan keteguhan hati seorang wanita beriman. Imran tahu persis watak putrinya itu. Dan Imran juga tahu persis seperti apa perangai Raja yg akan meminang putrinya. Karena itulah Ia merasa kawatir atas keselamatan putrinya.

Siti Asiyah adalah putri keluarga Imran yang kesohor di seluruh pelosok Mesir. Gadis sholehah cantik jelita sekaligus memiliki keteguhan hati yang kuat. Firaun Raja Mesir yang kafir dan dzolim, ketika mendengar kejelitaan Siti Asiyah, iapun mengutus Menterinya meminang Asiyah. Namun pinangannya ditolak mentah-mentah. Hal itu tentu menuai kemarahan besar Firaun. Buntutnya ia perintahkan membawa paksa keluarga tersebut. Imran dan istri disiksa dan di penjara. Sementara Asiyah terus ditekan agar mau menikah dengannya.

“Asiyah ! segeralah kamu pilih, mau trima lamaran gue, jadi Permasuri gue…dijamin hidupmu senang dan kedua orangtuamu bebas…atau jika kau tolak lamaran gue…yaa kamu tahulah apa yang bakal gue lakukan padamu dan orang tuamu…”.

Hati Asiyah galau dalam dilema cinta, satu sisi ia mencintai dan hormat pada orang tuanya, disisi lain ia sungguh benci dan tak sudi diperistri Firaun. Tetapi jika ia menolak cinta Firaun, orangtuanya bakal disiksa setengah mati sebelum ditebas lehernya. Demi berbakti dan cintanya yang begitu besar pada orang tua, Asiyahpun ikhlas berkorban diri menjadi Permaisuri dari Raja dzolim yang selama ini ia benci.

Siti Asiyah wanita mulia yg hidup dimasa Nabi Musa. Keimanan dan kecerdasan nya berperan penting disetiap keputusan Firaun. Termasuk inisiatif keputusan hak asuh Musa kecil. Hingga Allah turunkan rasa cinta Firaun kepada Musa. Meskipun menjadi Permaisuri kesayangan Raja Firaun, Asiyah tak pernah terbujuk oleh gemerlapnya kekuasaan. Bahkan Asiyah mampu mempertahankan keimanannya tanpa sepengetahuan Firaun. Wanita mulia ini tetap setia mencintai Allah SWT. Namun, Allah selalu memiliki skenario menguji kadar kecintaan dan keimanan hambanya. Demikian pula Asiyah, pada akhirnya Firaun mencium kecintaan dan keimanan Asiyah kepada Allah, Tuhan selain dirinya. Tentu saja Firaun murka tiada tara.

“Hei Asiyah! segeralah kau cabut cinta dan keimananmu pada Tuhanmu…akulah Firaun Tuhanmu yang harus kau sembah..hidupmu bakal berlimpah kesenangan…”

Kembali hati Asiyah galau dalam dilema cinta, seperti saat awal dipinang Firaun. Untuk kali ini ia dipaksa oleh Firaun sang Raja dzolim yang menjadikannya sebagai permaisuri agar ia ingkar atas kecintaan dan keimanannya pada Illahirobbi. Tak sulit bagi wanita mulia ini menentukan arah cintanya. Iapun lebih memilih cinta dan imannya hanya pada Allah semata. Dan kembali wanita mulia ini ikhlas berkorban diri demi keteguhan imannya. Seketika Firaun menyiksa istrinya secara luar biasa menyakitkan dengan mengikat pada empat pasak tiang di kedua tangan dan kedua kaki Asiyah. Iblispun bergidik melihat siksaan yang dialami Asiyah.

Dalam deraan siksa yang maha hebat, Asiyah berdoa agar dibebaskan dari derita siksaan Firaun. Dan doa wanita mulia ini diabadikan didalam Al-Quran Surat At-Tahrim, ayat 66; “Dan Allah membuat isteri firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”.

Dilema Cinta Sang Permaisuri, seketita dijawab Allah SWT. Maka disingkaplah hijab dan ia melihat luas rumahnya di Surga. Tempat tinggal abadinya.

Semoga Allah SWT memudahkan dalam memperkuat dan menambah keimanan kita, serta kita dijauhkan dari perbuat dzolim. Aaamiiiin

Please follow and like us:
0