saç protezi rolex replika saat Menjaga Hati Menjaga Cinta – AriSaptono

Menjaga Hati Menjaga Cinta

(Hati-hati Membaca Bisa Jatuh Cinta)

Ingatanku flashback pada saat aku dulu memutuskan pergi dari kota kenanganku. Sekitar pertengahan bulan Juni 1995. Awan hitam legam bertebaran di langit Kotaku. Rasanya waktu terlalu dini untuk terlihat remang-remang, sebab jarum jam masih menunjukkan pukul 15.30 sore. Awan-awan gelap pekat itu terlalu menghalangi cahaya Matahari, sehingga suasananya sangat mirip waktu Magrib. Meski tidak turun hujan, tapi cukup membuat orang malas keluar rumah. Sementara aku sedang berada didalam becak yang dikayuh cepat agar tepat sampai ditempat tujuan. Yaitu; terminal Tirtonadi, terminal bus antar provinsi terbesar yang ada di kota kelahiranku, Solo.
Pukul 17 lewat 15 menit, bus yang aku tumpangi langsung bergerak cepat menjauhi terminal. Damn!! kenapa aku lebih memilih meninggalkan kota kenanganku ini? Kenapa aku tak lebih memilih menikmati kenangan dan masa depan dengan tetap stay di kota leluhurku ini saja? Kenapa?? Aahh..percumalah kenapa melulu, faktanya aku telah duduk didalam bus yang sedang melaju cukup kencang seperti buru-buru meninggalkan kota Solo. Yang jelas aku merasakan dorongan yang begitu kuat untuk segera pergi. Bukan pergi untuk lari menjauhi semua kenangan. Namun justru pergi demi mengejar Satu Kenangan. Tepatnya pergi demi melanjutkan merangkai kenangan bersama kamu. Entah kenapa aku begitu yakin seyakin-yakinnya bahwa kamu bukan cuma sekedar Kenangan Manisku, tetapi juga Masa Depan Indahku. Tentu saja akan ku kejar dimanapun kamu berada…Iyaa kaamuu…aahh kaamuu….
“Hai Pikuk…” tiba-tiba kamu sudah berada dihadapanku saat aku turun dari bus. “Gimana sayang…capek yaa…aku sengaja bangun pagi lho supaya bisa jemput…aku juga bawain makanan kesukaanmu..bla..bla..bla…”. Begitulah kamu, semangat sekali kalo lagi bicara. Temen-temenmu menganggap kamu bawel, tetapi bagiku bawelmu adalah bahan bakar untuk menjaga semangatku terus menyala. Bawelmu adalah energi positif yang meningkatkan adrenalin agar aku tetap terjaga dan terus begerak. “Mass…mass bangun mas…sudah sampe terminal Lebak Bulus…”. Aku merasa sedikit linglung saat aku membuka mata. Wah bener, aku sudah sampai di Jakarta. Rupanya tidurku pulas sekali, makanya awak bus harus membangunkanku. Padahal aku lagi asyik mimpi kamu. Aku mimpi dijemput sama kamu…aahh kaamu…
Hal pertama yang ingin aku lakukan begitu tiba di Jakarta adalah menelpon kamu. Maka setelah turun dari bus, aku langsung merapat ke box telpon umum. Ditahun 90an belum trend BB, WA apalagi Line. So, telpon umum jadi primadona setiap orang ketika ingin berkomunikasi. Ada lima deret box telpon umum di terminal Lebak Bulus. Dan aku memilih box yang dekat tembok pos polisi untuk say hallo dan kasih kabar ke kamu bahwa aku di Jakarta. “Oyaa…!! Waah asyikk donk bla..bla..bla..”. Itu jawaban panjangmu saat kutelpon. Sudah kuduga, pasti kamu akan menjawab telpon panjang dan bersemangat sekali seperti itu, tanpa berpikir bahwa aku bisa saja kehabisan koin. Sebab kamu suka kalo aku telpon…iyaa kaan…hehehehe…..
Kata orang, Siapa suruh datang Jakarta? Hidup bakal sulit. Empat bulan aku berstatus jobless dan numpang tinggal di rumah kakak. Masuk bulan ke lima tinggal di Jakarta atau di bulan Oktober 1995, alhamdulillah aku dapat pekerjaan meski belum layak. Waktu terus berlalu, tak terasa sudah tahun kedua aku tinggal di Jakarta. Bukan kesulitan hidup yang aku hadapi. Aku justru menghadapi kesulitan untuk bersama dengan kamu. Macam-macamlah sulitnya. Dan asyiiknya ternyata kesulitan itu adalah bagian sekenario Allah SWT agar aku mendapatkan kemudahan-NYA untuk segera bersanding dengan kamu….Aaahh kaamuu….
Suatu pagi dibulan Mei 1997 aku menginjakkan kaki kembali dibumi Solo. Udara terasa segar sekali. Ini kali pertama kuhirup udara pagi di kota kelahiranku stelah dua tahun lebih kutinggalkan. Dua agenda penting hari ini mendesakku pulkam. Siangnya hadir di nikahannya Nunuk teman yang sok deket biar dikira pacaran (wakaka…piss Nuk !) dan agenda kedua…ehemmm kasih tahu ngga yaaa..hehehe. Tiba-tiba melintas hiruk pikuk konvoi sepeda motor salah satu partai politik peserta Pemilu 1997. Kesegaran pagi jadi agak terganggu bunyi knalpot yang meraung-raung. Tetapi aku justru sangat menikmati situasi ini. Bagiku konvoi sepeda motor tersebut seperti iring-iringan rombongan Marawis yang meriah tiada tara untuk menyambut kedatanganku. Suasananya begitu seru menderu-deru, seperti suasana hatiku yang menggebu-gebu berharap hari cepat berganti petang. Sebab jam tujuh malam nanti adalah agenda keduaku yaitu janjian “sowan” ke orang tuamu…untuk apaa?? Yaa untuk melamar kamulah….Iyaa kaamuu…hehehe
Sujud syukur Alhamdulillah, rupanya Allah mewujudkan keyakinanku bahwa kamu adalah Masa Depanku. Setahun setelah aku “sowan” ke orang tua kamu, tepatnya tanggal 8 April 1998. Meskipun waktu itu seluruh pelosok negeri sedang dilanda krisis ekonomi. Namun Cinta kita tidak terpengaruh oleh krisis apapun. Akhirnya, dengan menyebut asma ALLAH, terukirlah kisah tentang Aku & Kamu yang mengikat janji suci. Janji Cinta Sejati karena Illahi Robbi.
Hari ini tanggal 8 April 2016, ingatanku pun tertuju pada satu momen sejarah tentang janji suci 18 tahun lalu itu…
“HAPPY 18th WEDDING ANNIVERSARY…My Lovely Evelyn Adriani”. Terima kasih atas kesabaranmu Menjaga Hatiku tetap menyatu dengan hatimu. Terima kasih atas pengorbanan waktu dan perasaanmu demi Menjaga Cinta kita tetap dalam Bingkai Visi Syakinah Mawardah wa Rohmah. Aamiiiin Yaa Robb…

Please follow and like us:
0

20 Comments

  1. Pingback: obat hpv pada wanita

  2. Pingback: Obat Wasir Ambeien Herbal di Sarolangun

  3. Pingback: Salep Untuk Kutil Di Kelamin

  4. Pingback: obat kutil hermuno

  5. Pingback: Bahaya Kondiloma

  6. Pingback: Cara Mengobati Ambeien Untuk Ibu Menyusui

  7. Pingback: obat kutil kelamin yang murah

  8. Pingback: Obat Herpes Genital Di Bandung

  9. Pingback: Obat Exim Gatal Basah kering Herbal deNature

  10. Pingback: Salep Perontok Ketuat Kemaluan

  11. Pingback: obat sipilis denature di bandung.

  12. Pingback: Obat Herbal Kutil Di Anus

  13. Pingback: obat kutil kelamin secara herbal

  14. Pingback: Ketuat Kemaluan Lelaki

  15. Pingback: sendirinya

  16. Pingback: kutil kelamin wanita hamil

  17. Pingback: obat wasir internal

  18. Pingback: Obat Herpes

  19. Pingback: Indonesia Pusat Obat Herbal Kutil Kelamin

  20. Pingback: obat kutil kelamin di apotik

Comments are closed.